Posted at 12:50 pm by aqile
Permalink

Hati-hati bang, ntar kecebur ke laut.
Posted at 12:44 pm by aqile
Permalink
Kapolda dan Kajati Riau Dimejahijaukan
PEKANBARU -- Dituduh telah memetieskan kasus ijazah palsu Wakil Bupati Karimun Nurdin Basirun (sekarang Bupati Karimun, red), Kapolda Riau dan Kepala Kejaksaan Tinggi Riau digugat oleh dua warga asal Tanjung Balai Karimun. Gugatan praperadilan ini, Kamis (24/11) kemarin, digelar di PN Pekanbaru.
Persidangan dipimpin hakim tunggal Asiadi Sembiring SH dan dihadiri pengugat Jasni SE (47), warga Jalan Riau, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, dan Drs Muhammad Sjafil Yusuf MPd (60), warga Jalan Arif Rahman Hakim No 47 Tanjung Pinang, serta penasehat hukum (PH) penggugat, Iwan Kurniawan dan Rosbetty Siregar SH.
Sebagai tergugat I Kapolda Riau diwakili oleh AKP Andi Rivai dan tergugat II Kajati Riau diwakili oleh Syamsuwir SH dan Andi Faisal SH. Persidangan berlangsung sekitar setengah jam dengan agenda mendengarkan gugatan pihak penggugat.
Dalam surat gugatan yang dibaca penasehat hukum penggugat disebutkan, pihak Polda Riau dan Kajati Riau diduga telah lalai menjalan tugas pemeriksaan pekara pidana pemalsuan ijazah SMA jurusan Sastra seri H C1 No 0167 tahun 1977 atas nama Nurdin Basirun tertanggal 5 Desember 1997 yang dikeluarkan SMA YPK Medan.
Kasus ijazah palsu ini dilaporkan kedua penggugat, Jasni danMuhammad Sjafil, tahun 2001 dengan surat laporan polisi No. Pol:LP\57\V \2001\ serse, pada tanggal 21 Mei 2001, dan surat tanda penerima laporan No.Pol: STPL\39\IV\2001\ serse, tanggal 25 April 2001.
Saat itu, Nurdin Basirun tengah mencalonkan diri menjadi Wakil Bupati Karimun periode 2001-2006. Atas laporannya tersebut, Jasni dan Muhammad Sjafil pernah dipanggil polisi untuk dimintai keterangan. Namun, setelah Nurdin Basirun terpilih jadi wakil bupati, kasus seakan terhenti. Belakangan Nurdin Basirun naikjadi bupati menggantikan bupati M Sani yang mengundurkan diri karena pencalonannya sebagai wakil gubernur Kepri.(Aqil)
Posted at 11:29 am by aqile
Permalink
Sudah kita ketahui bahwa hari lebaran adalah hari saling bermaaf2an baik itu dilakukan antar agama muslim maupun muslim dgn non muslim. Tetapi banyak diantara kita melakukan saling bermaaf2an itu hanya pada hari raya saja, mungkin banyak yang beranggapan bahwa pada hari itu kembali menjadi suci/ fitrahnya.
tetapi menurut gua saling bermaaf-maafan itu bukan pada hari raya, tetapi lebih baik pada saat memasuki bulan ramadhan dikarenakan ssaat kita mulai berpuasa itulah dalam hal proses menjadi fitrah kembali. bagaimana menurut para fordis indosiar memamandang hari raya saling bermaaf-maafan.
memang harusnya saling memafkan itu tidak kenal waktu dan tempat dan baik sekali memafkan itu sebelum bulan ramadhan karena useless kalo kita puasa tapi masih ada dengki dihati cuman di Indonesia hari raya idul fitri udah seperti tradisi saling memaafkan itu dan menurut gw itu kaga ada salahnya dari pada tidak sama sekali. Di arab sendiri idul fitri nggak terlalu gembar-gembor mereka lebihnya di idul adha dengan acara the big
feastnya.(aqil)
seigaku...seigaku...
Posted at 07:40 pm by aqile
Permalink

Jangan lupa makan plecing biar pedas sikat terus and pulangnya beliin mutiara ya.
Posted at 02:48 pm by aqile
Permalink